Membangun Budaya Masyarakat Sadar Lingkungan

15 Jul 2010

Awalnya CICO Cimahpar adalah sebuah tempat pusat data informasi penyelematan dan pelestarian lingkungan dan satwa liar di Indonesia. Sudah berjalan lebih dari lima tahun kawasan ini kerap digunakan untuk penelitian satwa liar terutama orang utan. Lingkungan CICO begitu asri dan rimbun. Saat ini ada beberapa LSM yang bertempat di CICO. Tidak sedikit pula pengunjung datang untuk sekedar berekreasi melepas kepenatan. Cico Cimahpar tetap menjalankan fungsinya sebagai pusat konservasi alam dan satwa liar. Di sini pengunjung dapat memperlajari secara langsung bagaimana upaya pelestarian lingkungan. Pada tanggal 23 Juni 2010 saya dan kawan-kawan saya berkesempatan mengunjungi CICO untuk ikut serta dalam acara ‘obrolan sore’ yang menurut pihak CICO, rutin diadakan setiap satu bulan sekali pada awal bulan. Sebenarnya acara ini hampir sama seperti sebuah seminar keci, hanya saja dengan format yang lebih santai. Dalam acara kali ini, kami mendiskusikan hal yang berkaitan dengan lingkungan. Salah satu pematerinya yaitu Bapak Ramlan (anggota ‘The Climate Project Indonesia), berikut rangkuman materi yang disampaikan Bapak Ramlan dengan tema:

Membangun Budaya Masyarakat Sadar Lingkungan

Penumpukan sampah merupakan salah satu masalah yang seolah-olah tidak ada penyelesaiannya. Alas an klasik tapi nyata mengapa terjadi penumpukan sampah ialah kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan (misal buang sampah sembarangan). Saat ini banyak kegiatan-kegiatan yang mengangkat isu save our earth, namun beberapa hanya dalam bentuk selebebrasi semata, hanya dilakukan pada momen-momen tertentu. Hal ini dirasa tidak efektif karena untuk membentuk suatu budaya perlu adanya pembiasaan. Sementara itu, masih sedikit rumah-rumah (keluarga) yang melakukan kebiasaan ramah lingkungan ini. Maka hal yang paling mungkin adalah membentuk budaya ramah lingkungan tersebut di sekolah. Menurut pak Ramlan, inilah salah satu program TCPI untuk menyelamatkan lingkungan (bumi), dengan membentuk budaya ramah lingkungan sejak dini (mulai dari SD). Kegiatan-kegiatan yang dilakukan diantaranya menanam pohon, memilah sampah, mendaur ulang, dll.

3 kegiatan populer dalam proyek penyelamatan lingkungan adalah 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Telah banyak kita temui kegiatan-kegiatan recycle yang bahkan menjadi suatu bidang usaha. Tapi, banyak orang lupa mengenai reuse dan reduce (yang diakui oleh pak Ramlah merupakan hal yang paling sulit dilakukan). Padahal seharusnya recycle adalah langkah terakhir yang harus dilakukan jika masih ada sampah setelah kita melakukan reuse dan reduce. Karena dengan reuse dan reduce maka sampah akan berkurang.

Kembali ke budaya ramah lingkungan. Karena masih sedikit orang yang membudayakannya, maka inilah tugas kita terutama generasi muda untuk membentuk budaya tersebut.

Let’s save our earth…!!!


TAGS masyarakat sadar lingkungan budaya ramah lingkungan go green save our earth


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post