Urgensi Insya Allah

17 Jun 2010

Dari kisah dibawah ini kita bisa mengetahui mengenai urgensi Insya Allah…

Kisah Nabi Sulaiman

Pada suatu hari, nabi Silaiman AS berkata, “Malam ini akan aku setubuhi 60 atau 70 istriku, sehingga semuanya akan hamil dan masing-masingnya nanti akan melahirkan seorang anak lelaki yang akan menjadi mujahid penunggang kuda fisabilillah.” Namun nabi Silaiman AS lupa mengucapkan insya Allah. Memang betul malam itu nabi Sulaiman AS berhasil mensetubuhi 60 atau 70 istrinya, akan tetapi, dari 60 atau 70 istrinya itu, yang hamil CUMA satu, dan saat melahirkan, anak yang dilahirkannya bukanlah manusia yang sempurna fisiknya, ia hanya berupa badan saja, dalam riwayat lain, ia hanya berupa sebelah manusia saja. Rasulullah SAW bersabda, “Kalau saja nabi Sulaiman AS mengucapkan insya Allah, niscaya akan terwujud apa yang diinginkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pada penghujung akhir kisah Ash habul Kahfi, Allah SWT berfirman, “Janganlah kami sekali-kali mengatakan, “sesungguhnya saya akan melakukan hal ini besok” kecuali dengan mengatakan insya Allah.” (QS. Al Kahfi: 23 - 24)

Seperti jugadalam kisah nabi Ismail AS. Saat ditawari oleh nabi Ibrahim AS untuk disembelih, dia menjawab, “Wahai Bapakku! Lakukanlah apa yang engkau telah diperintahkan, engkau akan mendapati diriku insya Allah termasuk orang-orang yang bersabar.” (QS. Ash Shoffat: 102).

Mungkin banyak orang yang menganggap ucapan “insya Allah” menunjukkan bahwa orang yang mengucapkannya tidak yaking dengan apa yang akan dilakukannya. Namun jika dilihat dari kisah diatas justu menunjukkan keyakinan kita kepada Allah. “Insya Allah” juga merupakan cermin ke-tawakalan kita. Dengan mengucapkan ‘Insya Allah” kita yakin dengan apa yang kita lakukan dan kita yakin hanya dengan seijin Allah-lah hal itu bisa terwujud.

Manusia hanya bisa berencana, tetapi hanya Allah-lah yang menentukan…


TAGS urgensi insya Allah pentingnya insya Allah makna Insya Allah


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post